Login
Coba Sekarang

Cloud Kitchen dalam Bisnis F&B, Apa itu?

Joanathan McIntosh
Joanathan McIntosh
|
Mar 13, 2024
Cloud Kitchen dalam Bisnis F&B, Apa itu?
Daftar Isi
Scale-up Bisnismu Sekarang!

Ribetnya operasional, serahkan pada Opaper!

Teknologi yang semakin canggih menghadirkan berbagai inovasi baru. Ke depan, akan banyak bisnis yang banyak menerapkan sistem berbasiskan cloud untuk berbagai bidang. Mulai dari cloud computing, cloud hosting, cloud storage dan masih banyak lagi.

Dan belakangan ini, sistem berbasis cloud tersebut sudah merambah ke bisnis kuliner atau F&B yang disebut dengan cloud kitchen. Konsep bisnis kuliner model ini masih terbilang baru.

Mungkin kamu masih asing dengan istilah cloud kitchen atau yang biasa dikenal dengan ghost kitchen. Kalau merujuk yummykitchen.com, model bisnis cloud kitchen itu mirip-mirip coworking space, menyewakan tempat. Iya, jadi cloud kitchen ini menyediakan dapur bersama untuk memproduksi makanan dari berbagai brand kuliner.

Jadi misal ada pengusaha kuliner yang menyewa sebuah dapur lalu perusahaan kitchen membagi tempat menjadi beberapa dapur dan menyewakannya. Nantinya, pengusaha kuliner atau brand F&B bisa memproduksi barangnya di tempat itu. 

Nah, pada artikel kali akan dibahas lebih detail apa itu cloud kitchen, jenis-jenis dan kelebihan dan kekurangannya. Langsung saja, yuk simak ulasannya berikut ini:

Pengertian Cloud Kitchen

Menurut  jurnal penelitian oleh Nindya Anggita Machdar dan Fergy Fharadiva Andreas pada 2021, maksud dari cloud kitchen adalah sistem bisnis jasa makanan atau minuman yang hanya menawarkan jasa pesan-antar makanan (delivery) atau take-away saja. Jadi, model bisnis cloud kitchen tidak menyediakan layanan makan di tempat atau dine-in.

Seorang pemilik atau pengelola cloud kitchen nantinya akan membangun sebuah dapur besar yang terbagi atas beberapa bilik yang kemudian disewakan kepada para pebisnis F&B. 

Ketika pemilik bisnis F&B menyewa bilik di sebuah cloud kitchen, setiap pesanan makanan yang masuk secara online akan langsung diteruskan ke pihak dapur dan setelah selesai akan langsung diantarkan dengan jasa kurir pengantaran makanan.

Oleh karena tidak melayani pesanan dine-in menjadikan alasan mengapa bisnis F&B dengan sistem cloud kitchen memiliki pengantaran produk yang lebih cepat ketimbangan dengan restoran biasa.

Cara Kerja Cloud Kitchen

Dalam pelaksanaanya, bisnis cloud kitchen atau ghost kitchen membuat pembeli atau pelanggan cukup memesan makanan melalui aplikasi khusus. Di dalam aplikasi akan tersedia berbagai macam pilihan makanan dari restoran yang berbeda.

Dapur pada cloud kitchen bisa berupa ruangan dengan fasilitas lengkap. Dengan begitu, dapur itu bisa digunakan untuk memasak berbagai macam menu dari berbagai restoran yang ada.

Seperti dikutip dari iPaper situs academia.edu yang diunggah Digital Now, risiko kerugian model cloud kitchen cenderung rendah. Model bisnis cloud kitchen juga dapat meningkatkan produktivitas pelaku usaha.

Perkembangan Bisnis Cloud Kitchen di Indonesia

Perkembangan bisnis cloud kitchen tidak dapat dilepaskan dari semakin meningkatnya minat konsumen terhadap layanan makanan pesan-antar. 

Menurut katadata.co.id, pasar layanan pesan-antar terus mengalami peningkatan sesuai hasil laporan dari Google, Temasek, dan Bain. Mereka memprediksi transaksi global layanan makanan pesan antar akan mencapai US$20 miliar pada 2025.

Selain minat, angka pengguna internet di Indonesia juga memengaruhi pertumbuhan bisnis cloud kitchen.

Berdasarkan data dari Hootsuite, sebanyak 74,4% pengguna internet di Indonesia berada dalam rentang usia 16-64 tahun pada 2021 dan mereka tercatat mempergunakan fasilitas pesan-antar untuk pembelian produk F&B.

Mereka juga cenderung lebih banyak memesan makanan daripada produk lainnya. Dengan pertumbuhan dan potensi bisnis yang demikian bagus, maka tidak salah kalau bisnis cloud kitchen atau dapur satelit diproyeksikan semakin menjamur di Indonesia. Terutama di kota-kota besar.

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Kitchen

Sebelum memutuskan untuk menjalani bisnis F&B dengan sistem cloud kitchen, ada baiknya kamu memahami lebih dulu kelebihan dan kekurangan menggunakan sistem cloud kitchen. Berikut ulasannya:

Keuntungan Bisnis Cloud Kitchen

1. Hemat modal

Keuntungan pertama yang bakal kamu dapatkan ketika menjalani bisnis F&B dengan sistem cloud kitchen adalah menghemat modal usaha. Sebab, kamu tidak perlu menyewa tempat usaha karena bisnis dijalankan sepenuhnya melalui online. 

Apalagi, seperti yang diketahui, membuat rumah makan memerlukan modal awal yang lumayan besar karena kebutuhannya juga banyak. 

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan di awal untuk pembuatan rumah makan antara lain gedung atau tempat di lokasi strategis, peralatan memasak dan makan, gaji karyawan, dan lain sebagainya. Dari situ saja sudah kebayang berapa besar modal yang harus disiapkan untuk membuka bisnis F&B restoran dengan model konvensional. 

Kalau kamu cuma memiliki sedikit modal, cloud kitchen bisa menjadi salah satu solusi. Dengan sistem cloud kitchen kamu tidak perlu membangun sebuah restoran, cukup membayar sewa tempat di cloud kitchen.

2. Fasilitas dapur komplit

Walaupun hanya menyewa cloud kitchen, kamu tetap mendapatkan fasilitas dapur yang lengkap. Segala operasi kegiatan bisnis yang berkaitan dengan dapur akan langsung bisa kamu lakukan begitu menyewa sebuah tempat di cloud kitchen. Tentu ini sangat menguntungkan karena kamu bisa menghemat banyak biaya dari segi operasional.

3. Kualitas bahan baku dan kebersihan terjamin

Pada bisnis cloud kitchen, operator dan business owner cukup fokus pada dapur dan produksi makanan serta minuman. Mereka tidak perlu lagi pusing-pusing memikirkan bagaimana memberikan pelayanan dine-in pada pelanggan. Oleh karena itu, baik owner maupun penyewa di cloud kitchen bisa lebih fokus pada kebersihan tempat dan makanan

Bukan cuma itu, pemilihan bahan baku juga menjadi hal utama untuk para owner serta operator. Jadi, cuma bahan baku berkualitas saja yang dipakai di dapur ini. Dengan pengolahan yang higienis, kualitas makanan dan minuman yang dihasilkan jadi lebih baik.

4. Risiko kecil

Kalau kamu masih baru di dunia bisnis F&B, cloud kitchen bisa menjadi opsi bisnis untuk dipilih. Sebab, menyewa sebuah dapur di cloud kitchen biayanya tidak semahal membuka bisnis dari awal secara mandiri. Kamu dapat menggunakan momentum ini untuk belajar dan bereksperimen. 

Sebab, risiko kerugian yang mungkin terjadi kalau kamu gagal lebih kecil, kesempatan untuk mencoba berbagai hal pun lebih besar. Ibaratnya, cloud kitchen ini adalah kolam berenang sementara restoran konvensional adalah lautan.

Kekurangan Bisnis Cloud Kitchen

Walaupun risiko bisnis cloud kitchen terbilang kecil, tapi kamu tidak bisa menganggapnya remeh. Perlu diingat, namanya juga bisnis, tetap ada plus minusnya. Berikut beberapa risiko atau kekurangan dari sistem cloud kitchen:

1. Persaingan ketat

Saat menyewa dapur di cloud kitchen, kamu tentu akan bertemu dengan banyak pebisnis kuliner lainnya yang tidak menutup kemungkinan akan menemukan pebisnis yang punya produk serupa. 

Kalau sudah begini, persaingan tidak bisa dihindarkan lagi. Untuk memenangkan persaingan, kamu harus memiliki nilai jual lebih yang menarikketimbang kompetitor. Kalau tidak ada keunikan pada bisnismu, mungkin kamu yang akan tumbang.

2. Melakukan branding sendiri

Cloud kitchen memang menyediakan fasilitas dapur kepada business owner, tapi kamu jangan berpikir bahwa mereka juga membantu kamu dalam hal branding. Memang ada operator yang memberikan fasilitas branding, namun kebanyakan tidak menyediakannya.

Jadi, mau tidak mau, kamu harus membangun branding bisnis secara mandiri. Jika sudah berpengalaman di bisnis F&B, hal tersebut mungkin bukan sesuatu yang sulit. Namun kondisi sebaliknya akan dihadapi oleh pebisnis kuliner baru.

Mungkin kamu juga tertarik membaca artikel ini

Yuk, ikut baca-baca berita seputar Opaper dan tips-tips yang membantu memajukan bisnismu.
Lihat semua artikel