Login
Coba Sekarang

Target Bisnis Kamu Incar Generasi Milenial? Begini Strateginya!

Wanda Indana
Wanda Indana
|
May 18, 2023
Target Bisnis Kamu Incar Generasi Milenial? Begini Strateginya!
Daftar Isi
Scale-up Bisnismu Sekarang!

Ribetnya operasional, serahkan pada Opaper!

Banyak pebisnis saat ini yang mengincar kaum milenial atau generasi Y. Bukan tanpa alasan, memutuskan untuk membidik kalangan pemuda sebagai target pasar karena gaya hidup mereka yang cenderung konsumtif. 

Jadi tak heran kini generasi tersebut mendominasi database konsumen. Dengan menentukan target pasar, maka kamu bisa menentukan strategi pemasaran seperti apa yang cocok. 

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan jika kamu membidik audiens millennial. Misalnya, kamu mesti tahu apa kaum milenial itu, bagaimana karakternya, apa  strategi pemasarannya dan lain sebagainya.

Jadi, sebelum melakukan pemasaran, sebaiknya kamu mengenal lebih dulu apa generasi milenial itu, buat mengetahui strategi marketing seperti apa yang cocok untuk menggaet generasi tersebut.

Apa itu Generasi Milenial

Kamu tentu pernah mendengar istilah generasi X, generasi Y, dan generasi Z. Nah, dari ketiga istilah generasi tersebut ada perbedaanya dan tentu ada kaitannya dengan kaum milenial.

Ketiga istilah generasi tersebut dibedakan berdasarkan tahun lahir. Kalau Generasi X adalah mereka yang lahir antara tahun 1961-1980, generasi Y antara tahun 1981-1994, dan generasi Z antara tahun 1995-2010. Generasi milenial merupakan nama lain dari generasi Y. 

Dikutip dari Katadata.co.id, populasi Millennial sebesar 25,87% atau setara 70 juta jiwa, berada di urutan kedua terbanyak setelah gen Z. Melihat populasi yang besar ini, kelompok usia ini dijadikan target market dalam bisnis 

Namun generasi Milenial merupakan kelompok yang beragam. Jadi, untuk memasarkan produk kepada mereka merupakan tantangan yang besar.

Baca: Catat! Begini Cara Menjadi Entrepreneur Millenial Sukses

Karakteristik Generasi Milenial

Kaum milenial itu punya karakter yang visioner, kreatif, dan haus ilmu pengetahuan. Mereka menganggap pendidikan itu penting sehingga mereka mampu menghadirkan ide-ide inovatif dan menguasai IPTEK dengan baik. 

Ini disebabkan karena generasi milenial lahir di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Hadirnya teknologi komputer, gadget, dan lainnya berkembang pesat di rentang waktu generasi ini. 

Generasi milenial  juga cenderung dalam karier. Bagi mereka, pekerjaan menjadi hal penting. Sebab, mereka memiliki gaya hidup yang cenderung konsumtif. Jadi, mereka harus bekerja keras agar mampu memenuhi gaya hidup mereka. 

Iya, kebanyakan dari mereka rela menghabiskan uang untuk membeli gadget keluaran baru, jalan-jalan sekaligus berwisata kuliner, membeli kendaraan yang dapat memudahkan mobilitas dan lain sebagainya. 

Jadi, kalau misal pekerjaan yang digeluti tidak bisa memenuhi gaya hidup mereka, maka mereka pun tak akan segan untuk berhenti dan memilih pekerjaan lain yang lebih menjanjikan.

Di sisi lain, mereka juga menyadari pentingnya stabilitas dan menabung. Jadi, di balik gaya hidup mereka yang cenderung konsumtif, mereka juga pintar menyimpan sebagian pemasukan untuk masa depan. Misalnya, untuk membeli rumah atau properti sendiri atau membangun bisnis. 

Generasi Milenial sebagai Target Pasar Potensial

Dengan mengetahui karakteristik generasi milenial, maka ada beberapa alasan mengapa mereka cocok menjadi target pasar yang potensial bagi pebisnis. Berikut beberapa alasannya:

Konsumtif

Generasi milenial memang dikenal memiliki gaya hidup yang cenderung konsumtif. Mereka tak segan-segan membeli barang yang sedang populer. Nag, dengan gaya hidup yang cenderung konsumtif inilah menjadi alasan utama mereka menjadi target pasar yang menjanjikan bagi pebisnis.

Pengguna aktif media sosial

Generasi milenial sangat paham teknologi. Mereka lah yang menjadi saksi perkembangan media sosial saat ini dan tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Tidak hanya di dunia nyata, generasi milenial juga membangun koneksi di dunia maya. 

Jauh dari itu, mereka juga menilai penting untuk terhubung dengan brand yang mereka percaya melalui media sosial. Hal inilah yang banyak dimanfaatkan pebisnis, khususnya bagi mereka yang menjalankan strategi marketing menggunakan media sosial. 

Baca: Menggunakan Whatsapp Bisnis untuk Pemasaran di Media Sosial

Mudah terpengaruh

Karena memiliki karakter digital savvy, sebelum memutuskan membeli sesuatu, generasi milenial lebih sering mencari informasi di internet dan media sosial. 

Misalnya, mencari ulasan tentang produk atau jasa serta mengakses berbagai konten yang relevan dengan apa yang mereka butuhkan. 

Informasi tersebut nantinya akan mudah mempengaruhi mereka. Oleh karena gampang terpengaruh, maka generasi ini menjadi target pasar yang potensial.

Strategi Pemasaran yang Cocok untuk Milenial

Sebuah bisnis yang menargetkan kaum milenial tentu memiliki peluang yang menjanjikan. Namun, untuk menarik perhatian kaum milenial, kamu butuh strategi pemasaran yang tepat dan efektif. Apa saja itu, yuk simak ulasannya berikut ini.

Citra brand harus Positif

Oleh karena melek teknologi, milenial dapat dengan mudah mencari tahu informasi apapun, termasuk citra suatu brand. Mereka akan mempercayai brand yang memiliki ulasan positif, begitupun sebaliknya. Jadi, pastikan kamu memiliki reputasi bisnis yang baik kalau mau membidik mereka.

Segmentasi Pasar

Walaupun tergolong dalam satu generasi, tetap saja kaum milenial memiliki selera yang berbeda-beda. Makanya, segmentasi pasar tetap perlu dilakukan. Kamu bisa mencari tahu apa yang mereka suka dan buat konten yang sesuai dengan preferensi mereka. 

Baca: Catat! Begini Sasaran Promosi Bisnis yang Paling Tepat

Terapkan pemasaran soft selling

Generasi milenial itu kritis, termasuk merespons iklan suatu produk. Kalau menemukan promosi yang cenderung menggunakan ajakan yang tak realistis, mereka tidak akan tertarik. 

Sebab, mereka lebih suka membuat keputusan mereka sendiri. Jadi, hindari menerapkan strategi marketing yang bersifat hard selling atau yang cenderung memaksa. 

Kamu lebih baik menggunakan strategi soft selling dengan cukup meyakinkan mereka tentang keunggulan dari produk dan juga to tonjolkan sisi edukatif, artinya strategi ini tidak hanya berfokus pada produk saja, tapi juga tentang target pasar dan apa yang konsumen butuhkan.

Libatkan influencer

Oleh karena mudah dipengaruhi, maka kamu bisa melibatkan influencer sebagai strategi pemasaran untuk menggaet milenial. Influencer memiliki kemampuan mempengaruhi pengikutnya di media sosial.

Namun, pastikan juga influencer yang akan diajak bekerja sama relevan dengan bisnis yang dijalankan dan memiliki reputasi yang baik serta follower yang aktif berinteraksi dengan mereka. 

Manfaatkan sistem pembayaran cashless

Generasi milenial lebih suka sistem pembayaran cashless saat bertransaksi. Mereka menganggap sistem ini sebagai sistem pembayaran yang praktis ketimbangan dengan sistem tunai. Jadi, kamu harus menerapkan sistem pembayaran cashless kalau ingin menarik minat millennial.

Dengan cashless, konsumen tidak lagi harus repot-repot membawa uang tunai yang banyak di dompet. Selain itu, transaksi juga bisa lebih aman, terjamin dan cepat. Bagi pebisnis sendiri, pembayaran digital juga lebih praktis dan pencatatan transaksi jadi lebih akurat dengan tingkat kesalahan yang sedikit.

Nah, buat kamu yang punya bisnis dan ingin memiliki sistem pembayaran digital yang lebih memudahkan, kamu bisa mengandalkan aplikasi kasir online dari Opaper yang akan membantu proses transaksi bisnis jadi lebih cepat, praktis dan mudah. 

Dengan Opaper kamu bisa langsung mendapatkan menu cantik yang dapat diakses pelanggan dari gadget apa saja, tanpa harus mengunduh aplikasi dulu. Mereka bisa scan QR untuk lihat menu, pesan dan langsung bayar untuk makan ditempat, diambil atau dikirim.

Tak hanya buat perapihan sistem operasional dan update menu otomatis, tapi juga website dan katalog cantik akan kamu dapatkan untuk pamerin menu di lokasi resto ataupun kafe, beserta medsos dan Google Maps. Dan masih banyak lagi fitur menarik lainnya. 

Jadi, segera daftarkan bisnismu di Opaper. Atau kamu bisa download aplikasinya melalui Play Store dan App Store. 

Mungkin kamu juga tertarik membaca artikel ini

Yuk, ikut baca-baca berita seputar Opaper dan tips-tips yang membantu memajukan bisnismu.
Lihat semua artikel